PENYAKIT BATUK

By A. Angga 09 Sep 2016, 11:26:01 WIB
PENYAKIT BATUK

Batuk adalah respons alami dari tubuh sebagai sistem pertahanan saluran napas jika terdapat gangguan dari luar. Respons ini berfungsi membersihkan lendir atau faktor penyebab iritasi atau bahan iritan (seperti debu atau asap) agar keluar dari paru-paru dan saluran pernapasan bagian atas.

Batuk jarang mengindikasikan penyakit serius dan umumnya akan sembuh dalam waktu tiga minggu, sehingga tidak membutuhkan pengobatan. Keefektifan obat batuk juga belum terbukti sepenuhnya. Ramuan buatan sendiri seperti air madu dan lemon bisa membantu meringankan batuk ringan.

Jenis-jenis Batuk


Jenis-jenis batuk meliputi batuk kering dan berdahak.
Tanda-tanda awal batuk kering biasanya adalah rasa gatal di tenggorokan yang memicu batuk. Batuk tanpa dahak ini biasa terjadi pada tahap akhir pilek atau ketika ada paparan dari bahan iritan.

Pada kasus yang berdahak, batuk justru sangat membantu karena berfungsi mengeluarkan dahak. Dahak tersebut bisa berasal dari tenggorokan, sinus, serta paru-paru.

Penyebab Batuk


Infeksi saluran pernapasan akibat virus adalah penyebab utama pada sebagian besar pengidap. Di samping itu, ada beberapa penyebab batuk lain yang meliputi:

  • Penyakit jangka panjang yang kambuh, misalnya asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), atau bronkitis kronis.
  • Rinitis alergi, misalnya alergi terhadap serbuk sari (hay fever).
  • GERD. Penyakit ini menyebabkan asam lambung berkumpul pada esofagus dan memicu batuk.
  • Cairan dari hidung yang menetes ke tenggorokan.
  • Merokok atau menggunakan tembakau dengan cara lain.
  • Paparan debu, asap, serta senyawa kimia.

Meski jarang terjadi, faktor-faktor di atas tetap bisa menjadi penyebab awal dari penyakit yang menyebabkan batuk jangka panjang.


Diagnosis Batuk


Batuk ringan memang jarang membutuhkan langkah pengobatan tertentu. Namun, segera konsultasikan kepada dokter jika Anda mengalami batuk yang:

  • Lebih dari tiga minggu akibat infeksi virus.
  • Bertambah parah.
  • Disertai darah, kesulitan bernapas, sakit dada, penurunan berat badan tanpa alasan jelas, demam, atau terjadi pembengkakan dan muncul benjolan di leher.

Dokter akan menanyakan gejala dan memeriksa kondisi fisik Anda. Riwayat medis Anda dan keluarga juga akan ditanyakan pada awal pemeriksaan. Jika tidak yakin dengan penyebab batuk Anda, Dokter kemungkinan akan menganjurkan pemeriksaan lebih lanjut yang berupa:

  • Pengambilan sampel dahak untuk menentukan adanya infeksi bakteri dan jenis antibiotik yang akan diberikan jika batuk disebabkan oleh bakteri.
  • Rontgen dada untuk memeriksa entah Anda mengalami infeksi paru-paru.
  • Spirometri, yaitu prosedur menarik dan menghembuskan napas lewat tabung yang terhubung dengan mesin. Langkah ini berfungsi untuk memeriksa apakah Anda memiliki penyakit saluran pernapasan atau tidak.
  • Tes alergi untuk memeriksa entah batuk Anda diakibatkan sesuatu yang memicu alergi, misalnya tungau debu.


Batuk pada Bayi dan Anak-anak

 

Batuk pada bayi dan anak-anak disebabkan oleh faktor-faktor yang sama dengan batuk pada orang dewasa, antara lain infeksi saluran pernapasan, asma, dan GERD.

Bila batuk menjadi berkepanjangan, bisa menjadi pertanda adanya infeksi saluran pernapasan yang lebih serius. Konsultasikanlah ke dokter jika anak Anda mengalami batuk yang parah dan tidak kunjung reda, sehingga pengobatan dapat segera dilakukan.

Mewaspadai gejala batuk rejan juga sangat penting, terutama pada anak-anak dan bayi. Gejala batuk rejan meliputi:

  • Suara lengkingan di setiap tarikan napas dalam-dalam setelah batuk.
  • Batuk bertubi-tubi dan intens yang mengeluarkan dahak kental.
  • Kelelahan dan wajah memerah karena terus batuk.
  • Muntah.

Di samping batuk rejan, batuk pada bayi dan anak juga bisa disebabkan oleh bronkiolitis dan croup. Bronkiolitis merupakan infeksi saluran pernapasan bagian bawah pada bayi serta anak-anak di bawah usia dua tahun. Sedangkan croup adalah infeksi virus yang menyerang laring (kotak suara) atau trakea (batang tenggorokan) bayi dan anak-anak.

PENYEBAB BATUK


Infeksi virus yang menyebabkan batuk biasanya bisa reda dengan sendirinya. Batuk bisa dikelompokkan menjadi batuk akut dan kronis berdasarkan masa berlangsungnya.

Batuk Akut
Kebanyakan batuk disebabkan oleh infeksi virus pada saluran pernapasan bagian atas dan bawah.

Infeksi saluran pernapasan bagian atas meliputi pilek, flu, laringitis, sinusitis dan batuk rejan. Infeksi ini menyerang tenggorokan, batang tenggorokan, dan sinus. Sedangkan bronkitis dan pneumonia merupakan contoh infeksi virus pada saluran pernapasan bawah, yaitu baik pada saluran pernapasan bagian bawah sendiri atau pada bagian paru-paru.

Di samping infeksi, penyebab batuk akut juga bisa dipicu oleh sejumlah faktor. Beberapa di antaranya adalah:

  • Penyakit kronis, seperti asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), serta bronkitis kronis.
  • Rinitis alergi atau hay fever.
  • Tak sengaja menghirup pemicu batuk, seperti debu atau asap.

Batuk Kronis atau Jangka panjang


Meski jarang terjadi, batuk bisa saja menandakan kondisi kesehatan yang lebih serius. Contohnya, tuberkulosis, embolisme pulmonari, kanker paru-paru, atau gagal jantung.

Jenis batuk ini lebih sering dialami oleh orang dewasa dibandingkan dengan anak-anak. Beberapa penyebab batuk berkepanjangan pada orang dewasa meliputi:

  • Obat dengan resep dokter, misalnya obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi hipertensi atau penyakit jantung.
  • Merokok. Batuk pada perokok juga bisa menjadi gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).
  • Penyakit asam lambung karena iritasi akibat naiknya asam lambung.
  • Infeksi saluran pernapasan jangka panjang, contohnya bronkitis kronis.
  • Penyakit kronis, seperti asma.
  • Postnasal drip (lendir yang menetes dari bagian belakang hidung ke tenggorokan yang disebabkan alergi seperti rinitis).

PENGOBATAN


Tidak ada cara cepat untuk menyembuhkan batuk akibat infeksi virus. Batuk biasanya akan sembuh dengan sendirinya setelah sistem kekebalan tubuh memusnahkan virus. Tapi terdapat sejumlah cara untuk meredakan batuk yang bisa kita lakukan. Langkah-langkah sederhana tersebut meliputi:

  • Mengonsumsi air madu bercampur lemon. Ini merupakan ramuan paling sederhana dan murah yang bisa digunakan untuk menangani batuk. Dengan melembapkan tenggorokan, madu dapat meringankan iritasi yang menyebabkan batuk. Tetapi, sebaiknya Anda tidak memberi madu pada bayi di bawah usia satu tahun, karena berisiko terkena botulisme (keracunan madu) pada bayi.
  • Memastikan Anda atau anak Anda banyak minum cairan. Langkah ini dapat membantu mencairkan dahak di tenggorokan. Langkah ini juga bisa mencegah dehidrasi.

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook