SAKIT KEPALA

By A. Angga 08 Sep 2016, 12:11:41 WIB
SAKIT KEPALA

Sakit kepala adalah rasa sakit yang muncul di bagian sekitar kepala. Sebagian besar sakit kepala yang terjadi tidak serius dan bisa diatasi dengan mudah, seperti dengan meminum obat pereda sakit, minum air putih yang cukup dan lebih banyak istirahat. Tapi ada beberapa jenis sakit kepala yang memerlukan penanganan lebih karena berkelanjutan atau bahkan ada yang bisa membahayakan nyawa.

Sakit kepala tidak memiliki jangka waktu tertentu, bisa berlangsung kurang dari satu jam atau bahkan selama beberapa hari dan bisa muncul secara tiba-tiba atau perlahan-lahan.


Penyebab Sakit Kepala


Penyebab sakit kepala bisa diakibatkan oleh berbagai hal, namun secara umum sakit kepala bisa dikelompokkan berdasarkan penyebabnya, yaitu sakit kepala yang tidak terkait dengan penyakit lain atau disebut dengan sakit kepala primer dan sakit kepala yang diakibatkan oleh penyakit lain atau disebut juga sakit kepala sekunder.

Sakit kepala primer
Sakit kepala primer adalah sakit kepala yang disebabkan oleh gangguan pada struktur di kepala yang sensitif terhadap rasa sakit dan bukan merupakan gejala akibat penyakit lain.



Ada beberapa faktor yang berperan dalam sakit kepala primer, di antaranya adalah gangguan pada otot leher dan kepala, aktivitas kimia di otak, pembuluh darah atau/dan saraf. Pada sebagian orang, sakit kepala primer merupakan kondisi yang turun-temurun di keluarganya. Berikut ini adalah beberapa tipe sakit kepala primer yang paling sering terjadi.

- Sakit kepala tegang. Ini adalah tipe sakit kepala yang paling sering terjadi. Biasanya orang yang mengalami sakit kepala tipe ini akan merasakan seakan ada pita karet yang melilit di sekeliling kepala dan kepala terasa ditekan terus-menerus. Beberapa hal yang bisa menjadi penyebabnya adalah depresi, kurang tidur, stres, dehidrasi, melewatkan waktu makan, dan terlalu banyak mengonsumsi minuman keras.


- Migrain. Migrain lebih jarang terjadi jika dibandingkan dengan sakit kepala tegang. Orang yang mengalami migrain akan merasakan salah satu sisi atau kedua sisi kepala seakan-akan berdenyut. Sakit kepala ini bisa terus berulang dan membuat rutinitas keseharian terganggu. Migrain bisa diatasi dengan obat yang dijual bebas, namun jika migrain yang dialami parah, segera temui dokter untuk mendapatkan obat resep yang lebih kuat dan mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.


- Sakit kepala cluster. Serangan sakit kepala ini bisa terjadi selama satu atau dua bulan dalam setahun. Pasien sakit kepala cluster merasakan sakit yang luar biasa dan menyebar ke sekitar salah satu mata. Gejala sakit kepala cluster tidak bisa diredakan oleh obat-obat bebas, tapi Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk meredakan rasa sakit melalui perawatan yang lebih spesifik seperti sumatriptan and lithium.


Sakit kepala sekunder
Sakit kepala sekunder adalah sakit kepala yang disebabkan oleh aktifnya saraf rasa sakit di kepala akibat suatu penyakit. Berikut ini adalah beberapa penyebab umum sakit kepala.

- Sinusitis
- Flu
- Infeksi telinga
- Pengar
- Masalah gigi
- Konsumsi monosodium glutamat (MSG) berlebihan
- Mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu dingin secara tiba-tiba
- Menggunakan penutup atau perlengkapan kepala yang terlalu ketat misalnya helm
- Perubahan hormon pada wanita misalnya setelah mengonsumsi pil KB
- Gangguan pada penglihatan misalnya glaukoma


Berikut ini adalah penyebab sakit kepala sekunder yang lebih jarang terjadi:

- Penyumbatan pembuluh darah di otak
- Radang pada otak
- Gegar otak
- Neuralgia trigeminal
- Aneurisma otak
- Keracunan karbon monoksida
- Serangan panik
- Meningitis


Selain itu, ada beberapa tipe sakit kepala sekunder yang spesifik seperti berikut ini.

- Sakit kepala rebound yang disebabkan oleh seringnya menggunakan obat pereda nyeri.
- Sakit kepala thunderclap yang membuat penderitanya mengalami sakit kepala yang parah, terjadi secara tiba-tiba dan dengan  penyebab dasar berpotensi fatal seperti pendarahan di otak.
- Sakit kepala spinal yang disebabkan oleh kurangnya cairan serebrospinal setelah anestesi atau trauma.


Temui dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan lebih lanjut karena sakit kepala yang diderita mungkin saja merupakan gejala dari penyakit yang serius. Anda patut mewaspadai beberapa hal berikut ini dan disarankan untuk menemui dokter jika Anda mengalaminya.

- Sakit kepala yang tidak kunjung reda setelah minum obat.
- Sakit kepala yang sangat parah hingga mengganggu kegiatan sehari-hari.
- Sakit kepala yang menyebabkan badan terasa tidak sehat di antara serangan sakit kepala.
- Sakit kepala parah yang disertai gejala-gejala lain seperti lehel kaku, merasa kebas,  pingsan, sulit melihat, sulit berbicara dan mengerti perbincangan atau sulit berjalan.


Selain mewaspadai beberapa hal seperti yang disebutkan di atas, jika Anda mengalami sakit kepala yang parah secara tiba-tiba serta gejala seperti yang disebutkan di bawah ini, segera pergi ke rumah sakit.

- Sulit berjalan
- Pingsan
- Pandangan terganggu
- Sulit memahami pembicaraan
- Sulit berbicara
- Leher terasa kaku
- Demam
- Salah satu sisi tubuh terasa lemas, kebas, atau lumpuh


Sakit kepala yang sering muncul terkait dengan beberapa faktor risiko seperti di bawah ini:

- Obesitas
- Gelisah
- Sering mengonsumsi obat pereda nyeri
- Mendengkur
- Depresi
- Kegiatan fisik yang membuat leher atau kepala menjadi tegang
- Terlalu banyak kafein
- Gangguan tidur


Temui dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan lebih lanjut karena sakit kepala yang diderita mungkin saja merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius.

Pengobatan Sakit Kepala

Pengobatan sakit kepala yang dilakukan harus dilihat dari gejala yang dialami dan berdasarkan penyebabnya, karena tidak semua tipe sakit kepala bisa diatasi dengan meminum obat sakit kepala saja.

Temui dokter untuk mendiagnosis masalah kesehatan yang menyebabkan sakit kepala jika:

- Sakit kepala tidak reda walau Anda telah mengonsumsi obat pereda sakit yang bisa dibeli bebas di apotek.
- Anda merasa tidak sehat di antara serangan sakit kepala.
- Sakit kepala yang terjadi sangat parah sehingga mengganggu kegiatan sehari-hari.
- Sakit kepala parah yang disertai gejala-gejala lain seperti sulit melihat, berbicara atau berjalan, merasa kebas, leher kaku dan pingsan.


Ada beberapa tes lanjutan yang bisa dilakukan jika setelah dilakukan pemeriksaan fisik, penyebab sakit kepala masih belum diketahui. Beberapa tes lanjutan yang dapat dilakukan adalah tes urine, tes darah, CT scan, dan MRI scan. Selain itu, bisa juga dilakukan tes untuk membantu mendiagnosis peradangan, cedera, atau tumor otak yaitu dengan electroencephalogram (EEG).

Pengobatan m

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook