CEGAH KELAHIRAN THALASSEMIA, DENGAN SKRINING AWAL PRA NIKAH

CEGAH KELAHIRAN THALASSEMIA, DENGAN SKRINING AWAL PRA NIKAH

- 25/05/2022

Thalasemia merupakan kelainan genetik terbanyak di dunia. Kelainan ini diturunkan secara resesif menurut hukum Mendel, yang ditandai oleh kurangnya protein pembawa oksigen (hemoglobin) dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal.

Indonesia termasuk salah satu negara dalam sabuk thalasemia dunia, artinya negara dengan frekuensi gen (angka pembawa sifat) thalasemia yang tinggi. Berdasarkan data Yayasan Thalassemia Indonesia, jumlah penderita Thalassemia dari tahun ke tahun selalu meningkat. Tercatat sejak tahun 2012 terdapat 4.896 penderita thalasemia, dan hingga Juni 2021 diketahui jumlah penderita thalassemia mencapai 10.973 jiwa.

Belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit Thalassemia, menjadi kendala terbesar dalam penanganan thalasemia. Bahkan pemberian transfusi darah yang ditujukan untuk mempertahankan kadar hemoglobin, ternyata juga menjadi salah satu penyebab kematian. Hal ini dikarenakan menumpuknya zat besi dalam organ-organ tubuh penderita thalasemia akibat tranfusi darah yang terus-menerus.

RSUD dr. Soedono Madiun yang merupakan rumah sakit rujukan regional Jawa Timur bagian barat, merawat 24 pasien thalassemia. Kondisi ini menggambarkan bahwa di Jawa Timur, khususnya di wilayan Pawitandirogo berpotensi besar menjadi wilayah sabuk thalassemia bila jumlah penderita meningkat terus-menerus. Untuk itu pencegahan kelahiran thalassemia harus dilakukan sejak dini.

Pelaksanaan webinar hari Thalassemia sedunia

Sebagai wujud komitmen RSUD dr. Soedono Madiun dalam mewujudkan #zerokelahiranthalasemia, Instalasi Rawat Inap (IRNA) Melati yang merawat pasien thalassemia, bekerja sama dengan Instalasi Humas Pemasaran dan Promosi Kesehatan menyelenggarakan Webinar Kesehatan Peringatan Hari Thalasemia Tahun 2022 dengan tema “Be Aware, Share and Care” yang dilaksanakan secara daring pada tanggal 25 Mei 2022.

Webinar Kesehatan bertujuan untuk  memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa thalassemia belum bisa disembuhkan tetapi dapat dicegah yaitu dengan mencegah pernikahan sesama pembawa sifat Thalassemia. Sehingga sasaran dari kegiatan ini adalah siswa/siswi sekolah menengah atas, masyarakat umum, tenaga Kesehatan dan orang tua pasien thalassemia.

Selain webinar Kesehatan, rangkaian kegiatan peringatan Hari Thalasemia Tahun 2022 di RSUD Soedono Madiun, juga dilaksanakan Bakti Sosial kepada pasien Thalassemia, dengan memberikan bantuan paket sembako yang diserahkan langsung oleh Direksi RSUD Soedono Madiun, yang diwakili oleh Wakil Direktur Penunjang, Pendidikan dan Penelitian, dr. Abdul Rohim, Sp.A.

Pada kegiatan tersebut, juga dilakukan Sosialisasi inovasi aplikasi Pahe Melon dari IRNA Melati yang bermanfaat bagi orang tua/penderita Thalassemia untuk mendapatkan pelayanan secara online, baik untuk pelaporan kondisi darurat maupun konsultasi perkembangan pasien thalassemia.

Kami berharap setelah mengikuti webinar Kesehatan ini, dapat meningkat kewaspadaan, pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap peningkatan jumlah penderita Thalassemia. Sehingga deteksi dini pra nikah dapat dilaksanakan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga thalassemia atau memiliki ciri-ciri penderita thalassemia, untuk mewujudkan #zerokelahiranthalassemia.

Written by RSSM