Rumah Sakit Pilihan Utama Seluruh Lapisan Masyarakat

rsu_soedonomdn@jatimprov.go.id

Email

(0351) 464325, 464326

Telepon

Jl. Dr.Soetomo No.59

Kota Madiun

Category: informasi

Memeperingati Hari Jadi Provinsi Jatim ke 77, RSUD dr. Soedono Gelar Bakti Sosial (Baksos) Pelayanan Kesehatan

Memeperingati Hari Jadi Provinsi Jatim ke 77, RSUD dr. Soedono Gelar Bakti Sosial (Baksos) Pelayanan Kesehatan

Dalam rangka Memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-77, RSUD dr. Soedono Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) yang diselenggarakan pada tanggal 20 Oktober 2022 di Desa Randu Alas kecamatan kare Kabupaten Madiun. Rangkaian kegiatan Baksos dimulai dengan kegiatan Penyuluhan Kesehatan yang membahas tentang sesak nafas dan hipertensi. Kemudian dilanjutkan dengan Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan secara gratis serta ditutup dengan Penyerahan Paket Sembako bagi warga yang membutuhkan.

Acara Baksos dibuka oleh Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD dr. Soedono Provinsi Jawa Timur, dr. Dwi Siwi Mardiati, M. Kes. Beliau menyampaikan permohonan maaf Bapak Direktur belum bisa hadir dikarenakan sedang menjalankan ibadah umroh. dr. Dwi Siwi Mardiati pun menyampaikan terima kasih atas apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Madiun, dimana dalam Baksos kali ini, turut hadir Bupati Kabupaten Madiun didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun beserta jajaran Muspika.

Foto dr. Dwi Siwi Mardiati ketika sambutan

“Disini saya ucapkan terima kasih kepada bapak H.Ahmad Damawi Ragil selaku Bupati Kabupaten Madiun sudah menyempatkan hadir disini, juga kepada Kepala Desa serta warga Desa Randu Alas sudah menerima kami dengan baik. Semoga kegiatan ini nanti bisa berjalan dengan lancar dan bermanfaat dan membantu bagi warga desa disini.”, kata dr. Dwi Siwi Mardiati.

Tak hanya itu, Bupati Kabupaten Madiun, Bapak H.Ahmad Damawi Ragil Saputro sangat mendukung dengan adanya kegiatan ini. Beliau menyampaikan “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada RSUD dr. Soedono yang telah menggelar kegiatan ini, saya berharap, kegiatan ini bisa dilaksanakan secara rutin oleh RSUD dr. Soedono, jadi tidak hanya di satu tempat saja melainkan saya mau kedepannya RSUD dr. Soedono mengadakan kegiatan seperti ini di tempat lain”.

Foto Bupati Kabupaten Madiun ketika menyampaikan pendapat

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh 2 pemateri yaitu dr. R. Sjaiful Anwar, Sp.JP yang membahas tentang sesak nafas dan dilanjutkan oleh Bapak Yudi Kristanto yang membahas tentang Hipertensi.

dr. R. Sjaiful Anwar, Sp.JP menyampaikan “Apabila warga disini ada yang sakit segera cepat dibawa ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdekat, agar segera dicari tahu penyebabnya karena apa dan kenapa.” Bapak Yudi Kristanto juga menambahkan “Untuk bapak ibu yang hadir disini saya berpesan untuk menjaga kesehatannya khususnya bagi lansia, pola makan dijaga, kurangi makanan yang mengandung gula, garam, protein dan lemak, serta jangan suka marah-marah dan yang terpenting berdoa agar diberi kesehatan terus”.

Foto Wakil Direktur Umum M. Sucahyono ketika menyerahkan sembako

Pada kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, warga desa Randu Alas dilakukan pemeriksaan tekanan darah dan anamneses oleh dokter secara langsung untuk ditentukan diagnosis dan rencana pengobatannya. Kami pun tetap melakukan antisipasi dalam pemberian obat, dengan memastikan pemberian obat tidak dalam bentuk sediaan cair sesuai himbauan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Atensi masyarakat setempat sangat luar biasa dalam menyambut kegiatan ini. Tak terkecuali masyarakat lansia, karena mayoritas yang memanfaatkan pengobatan gratis dalam kegiatan ini adalah masyarakat lansia. Sebelum Acara ditutup, Tim panitia kegiatan membagikan paket sembako kepada masyarakat setempat bagi yang membutuhkan dan dilanjutkan penutupan dengan foto Bersama.

STOP BULLYING! UNTUK MENINGKATKAN PERCAYA DIRI PADA ANAK

Usia sekolah merupakan masa yang sangat menentukan kualitas seseorang saat tumbuh dewasa dengan harapan sehat secara fisik, mental, sosial, dan emosi. Kasus yang sering terjadi di tingkat sekolah yang dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang adalah bullying. Dimana bullying atau perundungan ini merupakan suatu tindakan agresif yang dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain yang mentalnya lebih lemah atau down dengan tujuan untuk menyakiti secara psikologis maupun fisik.

Berdasarkan data yang dirilis oleh UNICEF tahun 2020, menyatakan bahwa pada tahun 2018 sebanyak 41% anak berusia 15 tahun mengalami tindakan bullying setidaknya dua kali dalam sebulan. Dan dua dari tiga anak remaja berusia 13 tahun -17 tahun merupakan korban dari bullying. Kemudian, sebesar 45% orang berusia 14 tahun – 24 tahun mengalami bullying online atau dinamakan dengan cyber bullying.

Mengetahui begitu genting kondisi Kesehatan Mental anak-anak kita, pada tanggal 14 Oktober 2022 dalam rangka Memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, RSUD dr. Soedono Provinsi Jawa Timur melaksanakan penyuluhan dengan tema “Stop Bullying! Menjadi Generasi Sehat dan Cerdas adalah Pilihan”. Penyuluhan ini ditujukan kepada anak usia Sekolah Menengah Pertama yang berada di Pondok Pesantren Darul Madinah Madiun.

Momen dr. Susiati memberikan materi kepada peserta

Kegiatan ini disambut baik oleh pimpinan Pondok Pesantren Darul Madinah Madiun, Ustad Amir Abdullah. Beliau menyampaikan “Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa mencegah terjadinya bullying di pondok kami dan dapat menjadikan pondok kami jadi lebih baik lagi kedepannya” Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh 3 (tiga) pemateri dari RSUD dr. Soedono Provinsi Jawa Timur yaitu dokter spesialis Kesehatan jiwa, dr. Susiati, SpKJ dan dr. Indah K., SpKJ serta Psikolog Klinis kami, Azimatul Munawaroh S.Psi, M.Psi.

Dalam penyampaian materi, para pemateri fokus membahas terkait pengertian bullying, bagaimana dampak dari bullying itu sendiri, bagaimana cara mecegahnya dan bagaimana cara mengatasinya apabila sudah terkena bullying.

Pesan dari Pemateri yang harus anak-anak kita pahami adalah, “Kita tidak bisa mengontrol perilaku orang lain, tapi kita bisa mengontrol bagaimana reaksi kita. Maka dari itu Stop Bullying!! di mulai dari diri kita, saling mengingatkan antar teman, saling menyayangi karna Allah dan jadilah generasi sehat jiwa raga dan generasi cerdas.” Ujar Azimatul Munawaroh S.Psi, M.Psi selaku Psikolog Klinis.

Momen ketika Azimatul Munawaroh selaku Psikolog Klinis memberikan pesan

Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dikemas dengan santai, membuat antusias, anak-anak cukup besar dalam bertanya. Bahkan mereka berani menyampaikan curahan hati (curhat) kepada para pemateri terkait pengalaman yang pernah mereka ketahui. Salah satu pertanyaan tersebut ialah “Kalau kita berada di tempat yang kita tidak sukai atau tempat tertentu rasanya ingin berteriak dan sampai mengalami panic attack. Kemudian sebaiknya apa yang harus dilakukan?” tanya peserta tersebut.

dr. Susiati, SpKJ menjelaskan, “Pertanyaan bagus, jadi saat kita berada dalam kondisi panik seperti itu, yang harus dilakukan ialah kita harus tetap tenang, mencoba mengikuti kegiatan tersebut karena saat kita takut dengan kondisi yang ada, upayakan kita tidak boleh menghindar dan harus dihadapi supaya tidak trauma.”

Momen ketika peserta bertanya kepada pemateri

Penjelasan-penjelasan dari pamateri menjadi wawasan baru bagi anak-anak Pondok Pesantren Darul Madinah Madiun dalam menghadapi permasalahan disekitar mereka. Begitu semangatnya anak-anak dalam berdiskusi, sehingga saat waktu yang diberikan telah habis, masih terdapat beberapa pertanyaan yang belum dapat dibahas. Pemateri pun siap memberikan jawaban yang akan dititipkan kepada Pengurus Pondok Untuk dapat disampaikan ke anak-anak yang harus melanjutkan kegiatan.

Sebelum Acara ditutup, Tim RSUD dr. Soedono membagikan hadiah bagi peserta yang berani bertanya, dan dilanjutkan penutupan dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Khotibin Darinna’im, S.Pd.I serta foto bersama pemateri dari RSUD dr. Soedono Provinsi Jawa Timur.

STOP BULLYING! UNTUK MENINGKATKAN PERCAYA DIRI PADA ANAK
Bersyukur! Direktur RSUD dr. Soedono Madiun Mendapatkan Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya

Bersyukur! Direktur RSUD dr. Soedono Madiun Mendapatkan Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya

Surabaya – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-77 Provinsi Jawa Timur, Ibu Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menganugerahkan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kepada 17 Tokoh di Jawa Timur yang menghadiri undangan di Gedung Negara “Grahadi” Jl. Gubernur Suryo No. 07, Surabaya pada tanggal 11 Oktober 2022.

Dalam wawancara dengan media, Gubernur Jatim Khofifah menjelaskan bahwa Lencana Jer Basuki Mawa Beya kategori perak yang hari ini ia sematkan merupakan bentuk penghargaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas darma bakti para pejabat tersebut untuk Provinsi Jawa Timur dan Negara Republik Indonesia.

Diketahui para penerima memiliki keunggulan dan keberhasilan yang begitu besar untuk Jawa Timur. Misalnya Kadis Pendidikan Jawa Timur diberikan penghargaan lantaran telah membawa pendidikan Jatim mendapat banyak pernghargaan skala nasional maupun internasional.

Begitu juga para direktur rumah sakit yang pada pandemi lalu telah berupaya semaksimal mungkin sehingga kini Jatim telah berhasil melewati masa-masa sulit.

Direktur RSUD dr. Soedono Madiun akan menerima penghargaan Jer Basuki Mawa Beya

Oleh karena itu salah satu dari 17 tokoh tersebut yang mendapat penghargaan adalah Direktur RSUD dr. Soedono Provinsi Jawa Timur yaitu dr. Mochamad Hafidin Ilham, Sp.An. Beliau berterima kasih atas apresiasi yang telah diberikan Pemprov Jatim kepadanya.

“Saya selaku Direktur RSUD dr. Soedono Provinsi Jawa Timur Madiun merasa terhormat dan berterima kasih atas apresiasi atau penghargaan yang luar biasa yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada saya, saya bangga dan bersyukur dapat menerima langsung dari Gubernur Provinsi Jawa Timur yaitu Ibu Khofifah. Semoga dengan penghargaan ini, dapat memicu semangat saya khususnya, dan karyawan RSUD dr. Soedono untuk bisa menjadi lebih baik lagi kedepannya.” Ujar dr. Mochamad Hafidin Ilham, Sp.An.

Lalu, Khofifah juga mengatakan, makna Jer Basuki Mawa Beya agawe wong cilik gemuyu seperti yang terpampang di area makam mediang Mohammad Noer Gubernur Jawa Timur, mempunyai arti bahwa tugas Pemprov Jatim di semua bidang adalah mengupayakan keinginan dan cita-cita Masyarakat Jawa Timur yang pasti membutuhkan biaya baik berupa uang, tenaga pikiran atau pengorbanan lainnya dalam membuat masyarakat kecil menjadi gembira atau dalam bahasa jawa gemuyu, seperti halnya yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

Direktur RSUD dr. Soedono foto bersama dengan Gubernur Jatim dan Tamu Undangan lain

“Itulah sesungguhnya amanat Pembukaan UUD 1945 bagaimana bersama-sama berikhtiar memajukan kesejahteraan umum,” ucap Gubernur Jatim tersebut.

Kemudian Beliau menambahkan, apresiasi dari Pemprov Jatim itu merupakan untuk mereka yang telah memberikan kinerja terbaik dibidangnya masing-masing.

Oleh karena itu, beliau mengucapkan terima kasih dan selamat kepada semua pihak yang telah berikhtiar mewariskan kinerja yang terbaik.

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Momentum untuk Memperbaiki Akhlak dalam Pergaulan

Setiap tanggal 12 Rabiul Awal umat Islam merayakannya sebagai kelahiran Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini diperkirakan baru dimulai sejak diperingatinya pada masa kepemimpinan Sultan Salahudin Al Ayubi dengan alasan untuk meningkatkan semangat umat Islam pada waktu itu dalam meneladani sosok Nabi Muhammad SAW, terlebih pada saat itu umat Islam butuh sosok pemersatu yang dapat menguatkan keimanan seluruh umat pada saat mereka banyak mendapatkan cobaan dan sedang mengalami keadaan yang terpecah belah.

Untuk itu dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW RSUD dr. Soedono Provinsi Jawa Timur mengadakan Tausiyah dengan tema “Meneladani Perjuangan Rasulullah dalam Membangun Peradaban yang Gemilang dan ber-AKHLAK”. Tausiyah ini diselenggarakan pada tanggal 11 Oktober 2022 bertempat di Masjid Asy-Syifa’ RSUD dr. Soedono Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini dibuka oleh dr. Bambang Subarno, Sp.P selaku Ketua Peringatan Hari Besar Islam  mewakili Direksi RSUD dr. Soedono Provinsi Jawa Timur. Beliau berharap dengan diselenggarakan Tausiyah ini, dapat menjadi momentum karyawan RSUD dr. Soedono untuk lebih mengenal dan meneladani Akhlak Rasulullah SAW.

Pentingnya mengedepankan akhlak dalam pergaulan apalagi sebagai karyawan rumah sakit harus bersikap baik terhadap para pasien”. Tidak hanya itu beliau juga mengatakan “Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini juga sebagai momentum meneladani Rasulullah SAW”.

KH. Hamim Jazuli membawakan acara Tausiyah dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Puncak kegiatan Tausiyah dibuka dengan sapa dan gurauan khas KH. Hamim Jazuli M.Pd.I., mencairkan suasana tausiyah yang berlangsung Ba’da Dhuhur.

Beliau menyampaikan bahwa tanggal 12 Rabiul Awal adalah angka keramat karena banyak sekali keberuntungan yang dicapai di angka 12 seperti halnya dalam 1 tahun mencakup 12 bulan. Bahkan angka pemersatu Bangsa Indonesia adalah 12 terbukti saat paduan suara sebelum menyanyikan lagu Indonesia Raya menggunakan intruksi satu-dua yang berarti 12.

KH. Hamim Jazuli M.Pd.I merupakan pengasuh pondok pesantren Al-Ikhlas yang berada di Kabupaten Magetan, mengapresiasi kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh RSUD dr. Soedono meskipun berada di tengah-tengah kesibukan dalam memberikan layanan Kesehatan. Dalam tausiyah tersebut beliau menekankan bahwa kita sebagai umat Islam khususnya Aparatur Sipil Negara yang mendapat amanah untuk merawat orang sakit memiliki amalan yang luar biasa, disaat kita bisa dengan ikhlas dan tulus merawat pasien. Terlebih bila pasien yang kita rawat pun ikhlas dan senang menerima layanan kita, maka akan menjadi ladang amal bagi kita.

Meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW harus menjadi target kita terutama dalam implementasi dikehidupan sehari-hari kita seperti sabar, sopan, senyum, salam dan sapa.

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Momentum untuk Memperbaiki Akhlak dalam Pergaulan
PERWAKILAN KARYAWAN RSUD dr. SOEDONO MADIUN IKUTI SOSIALISASI DAN BIMBINGAN TEKNIS PEMUTAKHIRAN DATA PESERTA PNS BP. TAPERA

PERWAKILAN KARYAWAN RSUD dr. SOEDONO MADIUN IKUTI SOSIALISASI DAN BIMBINGAN TEKNIS PEMUTAKHIRAN DATA PESERTA PNS BP. TAPERA

SENIN (4/7/2022), Sejumlah perwakilan karyawan RSUD dr. Soedono Madiun mengikuti sosialisasi dan bimbingan teknis pemutakhiran data peserta PNS Bp. Tapera dengan tema “Wujudkan Rumah Pertama PNS” di Gedung Serbaguna Sumbawa. Para karyawan mengikuti kegiatan melalui zoom meeting yang disiarkan langsung oleh Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur di Ruang Hayam Wuruk Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya.

Kegiatan ini dibuka oleh Setda Provinsi Jawa Timur. Dalam sambutannya, Bapak Dr.Ir. Wahid Wahyudi, MT menyampaikan bahwa pemutakhiran data berpengaruh dalam pengambilan kebijakan yang tepat.

Perwakilan karyawan RSUD dr. Soedono Madiun mengikuti sosialisasi BP. TAPERA



Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) merupakan tabungan yang dilakukan secara periodik oleh peserta layanan selama jangka waktu tertentu dan hanya dapat dimanfaatkan pembiayaan perumahan. Adanya Kegiatan sosialisasi Tapera bertujuan untuk mengenalkan program Tapera yang merupakan pengganti program Bapertarum kepada ASN yang terdiri dari PNS dan PPPK di Provinsi Jawa Timur, terutama yang terdaftar setelah tahun 2020. Selain itu, ASN yang terdaftar sebelum bulan Agustus tahun 2020 dihimbau untuk melakukan pemutakhiran data pada portal sistem informasi tapera (Sitara). Registrasi dan pemutakhiran data dapat dilakukan di laman Sitara.Tapera.go.id

Perwakilan karyawan RSUD dr. Soedono Madiun mengikuti sosialisasi BP. TAPERA

Tapera ini diharapkan dapat menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang yang berkelanjutan untuk pembiayaan perumahan dalam rangka memenuhi kebutuhan rumah yang layak dan terjangkau bagi peserta.  Beberapa keunggulan program Tapera diantaranya peserta dapat memeriksa saldo tabungan Tapera yang dipotong dari gaji setiap bulannya, memilih prinsip pengelolaan dana (konvensional atau Syariah), mendapatkan hasil pengembalian tabungan Tapera yang tidak terpakai pada saat pensiun, dan memilih bank pencairan dana Tapera. Terdapat 3 program Tapera yang ditawarkan kepada peserta, yaitu Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Bangun Rumah (KBR), dan Kredit Renovasi Rumah (KRR).

RSUD dr. Soedono Madiun Buktikan Integritas Institusi dengan Re-Survey Akreditasi Rumah Sakit Pendidikan Utama

RSUD dr. Soedono Madiun merupakan rumah sakit rujukan utama di Jawa Timur bagian barat- selatan, terus meningkatkan kualitas pelayanan rujukan kesehatan dan pendidikan yang mengedapankan Kemudahan Akses, serta tata Kelola rumah sakit yang profesional, bermutu, akuntabel dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.

Hal ini terbukti dengan diperolehnya predikat Rumah Sakit Terakreditasi Paripurna serta menjadi Rumah Sakit Pendidikan Utama Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia sejak tahun 2010. Rumah Sakit Pendidikan adalah rumah sakit yang mempunyai fungsi sebagai tempat pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan secara terpadu dalam bidang pendidikan kedokteran dan/atau kedokteran gigi, pendidikan berkelanjutan, dan pendidikan kesehatan lainnya secara multiprofesi.

Selain menjadi rumah sakit Pendidikan utama bagi Fakultas Kedokteran UII, RSUD dr. Soedono Madiun juga melakukan Kerjasama Pendidikan dengan Progam Pendidikan Dokter Spesialis, sebagai RS Jejaring Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya dan Universitas Brawijaya Malang. Selain itu RSUD dr. Soedono Madiun juga menjalin kerjasama sebagai wahana pembelajaran profesi dengan beberapa Institusi Pendidikan Keperawatan, Pendidikan Radiologi, Pendidikan Rekam Medis, Pendidikan rehabilitasi medik, Pendidikan ahli Gizi serta pendidikan tenaga kesehatan lainnya.

Selasa (21/6/2022) Tim Asessor dari Kementerian Kesehatan RI yang terdiri dari Cindy, SH., MARS; drg. Christiana ENH, M.Kes; dr. Saprina Maryani, MARS; dr. Rachim Dinata, Sp.B., M.Kes; dan dr. Yani Istadi, M.Med. melakukan penilaian Re-Survey Akreditasi RSUD dr. Soedono Madiun sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.

Reakreditasi dilakukan secara daring menggunakan zoom meeting dimana masing-masing standar akan diverfikasi langsung oleh Asessor secara bersamaan dalam breakout room yang telah disiapkan pada masing-masing standar. Penanggung jawab standar harus mempersiapkan dokumen pendukung dan bukti-bukti pelaksanaan kegiatan Rumah Sakit Pendidikan.

Ada beberapa komponen penilaian dalam akreditasi ini, diantaranya

  1. Visi, misi, dan komitmen rumah sakit di bidang pendidikan;
  2. Manajemen dan administrasi pendidikan;
  3. Sumber daya manusia;
  4. Sarana penunjang pendidikan; dan
  5. Perancangan dan pelaksanaan program pendidikan klinik yang berkualitas.

Telusur lapang pun tetap dapat dilakukan dengan menggunakan system Runner, dimana terdapat petugas yang akan menunjukkan kondisi ruangan ataupun alat yang ingin dilihat oleh Asessor melalui perangkat kamera yang terkoneksi dalam breakout room. Petugas Runner menjadi kunci utama dimana Asessor dapat melihat bukti implementasi standar dalam proses Pendidikan di RSUD dr. Soedono Madiun.

Kegiatan Re-Survey yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB berjalan dengan baik dan lancar. Tim Asessor sangat puas dengan kesiapan RSUD dr. Soedono Madiun dalam menghadapi penilaian ini. Hal ini terbukti, dengan selesainya penilaian Re-Survey ini lebih cepat dari jadwal yg ditentukan pada pukul 13.00 WIB. Namun tetap masukan yang diberikan Asessor menjadi fokus RSUD dr. Soedono Madiun untuk terus berbenah dalam menjaga mutu layanan dan mutu peserta didik demi memberikan pelayanan kesehatan yang prima.

RSUD dr. Soedono Madiun Buktikan Integritas Institusi dengan Re-Survey Akreditasi Rumah Sakit Pendidikan Utama
Bangga! RSUD dr. Soedono Madiun Menang Penghargaan SATA JATIM AWARDS 2022

Bangga! RSUD dr. Soedono Madiun Menang Penghargaan SATA JATIM AWARDS 2022

Satu Data Jawa Timur merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Tujuan dari kebijakan Satu Data Provinsi Jawa Timur (Sata Jatim) adalah mewujudkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, terintegrasi dan dapat diakses oleh pengguna data, sebagai dasar perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengendalian pembangunan melalui perbaikan tata kelola data pemerintah di lingkup provinsi di bawah koordinasi Dinas Kominfo Jawa Timur. Sata Jatim juga diyakini mampu mendorong percepatan capaian kinerja pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang diuraikan dalam Indeks Kinerja Utama. Tidak hanya itu, Sata Jatim juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi investor untuk berinvestasi karena adanya kepastian informasi. Dengan adanya Sata Jatim, diharapkan pemerintah Bersama-sama dengan masyarakat memanfaatkan keterbukaan informasi yang ada untuk Bersama-sama membangun Provinsi Jawa Timur menuju smart city.

Pelaksanaan Sata Jatim ini membutuhkan sinergisme dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah yang ada di provinsi jawa timur selaku produsen data untuk mengesampingkan egosektoral, Bersama-sama melakukan integrasi dan sinkronisasi dalam manajemen tata Kelola data.

Sebagai salah satu upaya percepatan inetgrasi dan juga memberikan apresiasi bagi Organisasi Perangkat Daerah yang telah menyukseskan program Sata Jatim, maka diadakan perhelatan Sata Jatim Awards 2022 yang diprakarsai oleh Dinas Kominfo Jawa Timur pada Minggu (19/6/2022) di Vasa Hotel Surabaya. Salah satu penghargaan yang diberikan terkait dengan smart health yaitu sebuah sistem pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terintegrasi. Dimana masyarakat menerima pelayanan kesehatan terbaik dan kemudahan administrasi dengan didukung data statistik dan geospasial yang dikelola oleh instansi.

Gubernur Jawa Timur memberikan penghargaan kepada Plt. Direktur RSUD dr. Soedono Madiun, dr. Mochamad Hafidin Ilham, Sp.An.

Dalam ajang ini, RSUD dr. Soedono Madiun menyabet 2 penghargaan yakni Rumah Sakit Terbaik I kategori Lembaga Penyelenggara Satu Data dan Verifikator terbaik II kategori pelaksana penyelenggaraan satu data. Penghargaan Rumah Sakit Terbaik I diterima langsung oleh Plt. Direktur RSUD dr. Soedono Madiun, dr. Mochamad Hafidin Ilham, Sp.An. dan penghargaan verifikator terbaik II diterima oleh RR. Haryani Widyastuti, S.KM., M.Kes.

RR. Haryani Widyastuti, S.KM., M.Kes. menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur

Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan dan kontribusi civitas RSUD dr. Soedono Madiun dalam melaksanakan pengelolaan data yang terintegrasi. Mulai dari pembanguan SIM-RS yang dikelola langsung oleh Tim IT RSUD dr. Soedono Madiun dan didukung oleh Ruang Server yang representatif, serta keaktifan unit kerja dalam pelaporan data setiap bulannya.  Komitmen bersama civitas RSUD dr. Soedono Madiun ini yang mendorong pengelolaan data terintegrasi berjalan sangat baik, dan dapat diakses secara real time oleh masyarakat.

“Kami merasa sangat terhormat dan berterima kasih kepada Ibu Gubernur Provinsi Jawa Timur yang sudah memberikan kepercayaan pada kami untuk mendapatkan penghargaan ini”, ujar dr. Mochamad Hafidin Ilham, Sp. An. Tak lupa beliau juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya bagi seluruh civitas RSUD dr. Soedono Madiun yang telah berkontribusi dan berpartisipasi mewujudkan integrasi data di RSUD dr. Soedono Madiun. “Penghargaan ini akan kami jadikan pemantik untuk terus berinovasi meningkatkan pelayanan dan integritas rumah sakit”, lanjutnya.

ROKOK, KOMODITAS UNTUNG ATAU BUNTUNG ?

Oleh : Ayu Nur Malasari, S.KM., M.Kes

Rokok selalu menjadi komoditas dilematis yang tidak akan ada habisnya bila diperdebatkan. Di satu sisi Cukai Rokok menjadi penyokong dana terbesar bagi Penerimaan Cukai Negara, namun disisi lain rokok juga beban terbesar negara karena hampir 30% anggaran Jaminan Kesehatan Nasional dihabiskan untuk biaya perawatan Kesehatan yang disebabkan rokok.

Isu Kesehatan yang disebabkan rokok sudah banyak dipublikasikan, bahkan kemasan rokok pun telah disisipkan pesan-pesan kesehatan, namun mengapa konsumsi rokok tidak menurun, bahkan di masa pandemi covid-19 yang memporak-porandakan perekonomian di segala lini.  Kondisi ini menjadi perhatian khusus baik bagi Dunia maupun Pemerintah Indonesia khususnya. Rokok yang membahayakan kesehatan dan lingkungan, menjadi fokus Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam Menyusun program Hari Tanpa tembakau Sedunia tahun 2022 ini dengan tema “Rokok : Ancaman Kesehatan dan Lingkungan” yang dikampanyekan dengan hashtag Satu Puntung Sejuta Masalah.

Dampak negatif rokok setiap tahunnya terus menjadi beban baik bagi Kesehatan maupun sumber daya Bumi dengan ekosistem yang semakin rapuh. Dimana setiap tahunnya lebih dari 8 juta orang meninggal karena penyakit akibat rokok dan lebih dari 1 juta orang meninggal akibat terpapar asap rokok. WHO pun memberikan penekanan terhadap dampak negatif bagi lingkungan yang menjadi efek domino dalam permasalahan ekosistem saat ini. Mulai dari proses penanaman tembakau, sekitar 200.000 hektar lahan baru (terutama Hutan Tropis) dibuka setiap tahunnya, mengakibatkan peningkatan gas rumah kaca. Selain itu dalam produksi 1 batang rokok diperlukan 3,7 liter air, yang akan mempengaruhi ketersedian air bagi lingkungan sekitar. Bahkan puntung rokok menjadi sampah paling beracun yang membutuhkan waktu hingga 10 tahun untuk dapat terurai, dengan kandungan nikotin dan bahan kimia lainnya yang terus mencemari lingkungan sekitarnya.

Illustrasi Jauhi Rokok

Begitu banyak dampak negatif yang terus berkembang disekitar kita, namun tertutup dengan begitu banyak program CSR dari perusahaan rokok. Upaya CSR tersebut yang seolah memiliki reputasi ramah lingkungan ternyata tidak sebanding dengan kerusakan lingkungan yang dihasilkan.  Sehingga Pemerintah harus memperketat pengawasan industri rokok mulai dari proses produksi hingga proses penjualan ke masyarakat.

Untuk itu komitmen bersama disegala pihak diperlukan untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan rokok. Mengurangi konsumsi tembakau dan produk tembakau dalam bentuk apapun menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan pembanguan berkelanjutan (SDGs), baik terkait Kesehatan maupun melindungi ekosistem. Kebijakan pemerintah pun harus berorientasi pada penekanan produksi rokok dan menyediakan rencana pengalihan bagi petani dari menanam tembakau menjadi menanam tanaman produktif yang mendukung ketahanan pangan. Pemahaman masyarakat akan bahaya rokok yang tidak diimbangi dengan  tingkat kesadarannya, memerlukan strategi kampanye yang fokus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya rokok. Pemberian edukasi sejak dini akan bahaya rokok pada anak usia sekolah harus terus dilakukan, terutama dengan melibatkan peran media sosial maupun tokoh yang berpengaruh dikalangan anak muda sebagai role model dalam menjaga pola hidup sehat bebas rokok. Mari mulai dari kita, berani berhenti merokok untuk menyelamatkan nyawa dan lingkungan demi kehidupan yang lebih baik lagi, karena kelangsungan hidup anak cucu kita berggantung pada upaya kita di masa kini.

ROKOK, KOMODITAS UNTUNG ATAU BUNTUNG ?
CEGAH KELAHIRAN THALASSEMIA, DENGAN SKRINING AWAL PRA NIKAH

CEGAH KELAHIRAN THALASSEMIA, DENGAN SKRINING AWAL PRA NIKAH

Thalasemia merupakan kelainan genetik terbanyak di dunia. Kelainan ini diturunkan secara resesif menurut hukum Mendel, yang ditandai oleh kurangnya protein pembawa oksigen (hemoglobin) dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal.

Indonesia termasuk salah satu negara dalam sabuk thalasemia dunia, artinya negara dengan frekuensi gen (angka pembawa sifat) thalasemia yang tinggi. Berdasarkan data Yayasan Thalassemia Indonesia, jumlah penderita Thalassemia dari tahun ke tahun selalu meningkat. Tercatat sejak tahun 2012 terdapat 4.896 penderita thalasemia, dan hingga Juni 2021 diketahui jumlah penderita thalassemia mencapai 10.973 jiwa.

Belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit Thalassemia, menjadi kendala terbesar dalam penanganan thalasemia. Bahkan pemberian transfusi darah yang ditujukan untuk mempertahankan kadar hemoglobin, ternyata juga menjadi salah satu penyebab kematian. Hal ini dikarenakan menumpuknya zat besi dalam organ-organ tubuh penderita thalasemia akibat tranfusi darah yang terus-menerus.

RSUD dr. Soedono Madiun yang merupakan rumah sakit rujukan regional Jawa Timur bagian barat, merawat 24 pasien thalassemia. Kondisi ini menggambarkan bahwa di Jawa Timur, khususnya di wilayan Pawitandirogo berpotensi besar menjadi wilayah sabuk thalassemia bila jumlah penderita meningkat terus-menerus. Untuk itu pencegahan kelahiran thalassemia harus dilakukan sejak dini.

Pelaksanaan webinar hari Thalassemia sedunia

Sebagai wujud komitmen RSUD dr. Soedono Madiun dalam mewujudkan #zerokelahiranthalasemia, Instalasi Rawat Inap (IRNA) Melati yang merawat pasien thalassemia, bekerja sama dengan Instalasi Humas Pemasaran dan Promosi Kesehatan menyelenggarakan Webinar Kesehatan Peringatan Hari Thalasemia Tahun 2022 dengan tema “Be Aware, Share and Care” yang dilaksanakan secara daring pada tanggal 25 Mei 2022.

Webinar Kesehatan bertujuan untuk  memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa thalassemia belum bisa disembuhkan tetapi dapat dicegah yaitu dengan mencegah pernikahan sesama pembawa sifat Thalassemia. Sehingga sasaran dari kegiatan ini adalah siswa/siswi sekolah menengah atas, masyarakat umum, tenaga Kesehatan dan orang tua pasien thalassemia.

Selain webinar Kesehatan, rangkaian kegiatan peringatan Hari Thalasemia Tahun 2022 di RSUD Soedono Madiun, juga dilaksanakan Bakti Sosial kepada pasien Thalassemia, dengan memberikan bantuan paket sembako yang diserahkan langsung oleh Direksi RSUD Soedono Madiun, yang diwakili oleh Wakil Direktur Penunjang, Pendidikan dan Penelitian, dr. Abdul Rohim, Sp.A.

Pada kegiatan tersebut, juga dilakukan Sosialisasi inovasi aplikasi Pahe Melon dari IRNA Melati yang bermanfaat bagi orang tua/penderita Thalassemia untuk mendapatkan pelayanan secara online, baik untuk pelaporan kondisi darurat maupun konsultasi perkembangan pasien thalassemia.

Kami berharap setelah mengikuti webinar Kesehatan ini, dapat meningkat kewaspadaan, pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap peningkatan jumlah penderita Thalassemia. Sehingga deteksi dini pra nikah dapat dilaksanakan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga thalassemia atau memiliki ciri-ciri penderita thalassemia, untuk mewujudkan #zerokelahiranthalassemia.

DON’T WORRY BE BEAUTIFUL BERSAMA KLINIK ESTETIK MEDIS RSUD dr. SOEDONO MADIUN

Kulit wajah yang sehat, cantik dan terawat merupakan dambaan setiap orang, baik pria maupun wanita. Klinik estetik medis RSUD dr. Soedono Madiun menjadi solusi bagi Anda yang ingin tampil cantik dan menarik serta bebas dari masalah kulit seperti jerawat, bopeng, flek hitam, komedo, maupun pori-pori besar. Anda akan ditangani oleh dokter spesialis kulit dan kelamin serta dokter bedah plastik yang sangat handal dan kompeten dalam menyelesaikan segala masalah kulit, dengan peralatan yang canggih dan modern.

Ruangan klinik RSUD dr. Soedono Madiun

Tindakan estetik medis yang tersedia antara lain

  • Perawatan ulkus (mulai dari 450.000)
  • Wood’s light  (mulai dari 100.000)
  • Tes amin (mulai dari 135.000), dan lain-lain.

Sedangkan beberapa perawatan kecantikan yang tersedia di klinik estetik medis RSUD dr. Soedono Madiun diantaranya

  • Facial stem cell (mulai dari 150.000)
  • Infus whitening (mulai dari 250.000)
  • Peeling (mulai dari 300.000)
  • Injeksi filler (mulai dari 500.000*)
  • Injeksi botox (mulai dari 600.000*)
  • Madiun Laser (Melasma-acne scar-keloid-rejuvination-spider vein) Cutera (mulai dari 500.000),
  • Platelet Rich Plasma (PRP) dan lain-lain.

Anda ingin cantik dan menarik? Kami tunggu kedatangannya di klinik estetik medis RSUD dr. Soedono Madiun Gedung Rawat jalan Paviliun Merpati Lantai 1. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi 0351-464235 Ext 401 atau bisa melalui WhatsApps 087855330608

RSUD dr. Soedono Madiun, Kepuasanmu adalah Senyumku

DON’T WORRY BE BEAUTIFUL BERSAMA KLINIK ESTETIK MEDIS RSUD dr. SOEDONO MADIUN
Daftar Online Rawat JalanInformasi BedTelemedicineRujukan OnlineThalasemia dan Hemofilia